TUGAS KULIAH
PERILAKU KONSUMEN
PERILAKU KONSUMEN
SIKAP KONSUMEN
DISUSUN OLEH :
REZA ZAKARIA
SEMESTER VII SORE KELAS D
DOSEN : HERI KUSAIRI, SE,
.MM
KATA PENGANTAR
Dipanjatkan syukur
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga
Makalah Perilaku Konsumen yang berjudul “Sikap Konsumen “ ini dapat di
selesaikan sesuai rencana.
Tujuan Makalah ini adalah untuk memenuhi mata kuliah
Perilaku Konsumen. Makalah ini di gunakan untuk mengetahui kebutuhan ,
keinginan,dan permintaan. Selain itu di jabarkan definisi sikap dan kepuasan
konsumen yang sederhana sehingga dapat menjadi acuan pembelajaran untuk
mahasiswa dan umum.
Dalam penyelesaian Makalah ini, di dapat bantuan dari
berbagai pihak. Untuk itu , di ucapkan terimakasih kepada :
1). Heri Kusairi, SE, .MM selaku pembimbing mata
kuliah Perilaku Konsumen
2). Semua pihak yang telah membantu tidak dapat disebutkan
satu persatu
Disadari bahwa Makalah ini belum sempurna. Oleh karna itu, saran dan kritik sangat di harapkan.
Surabaya, Oktober 2019
Penulis
DAFTAR ISI
JUDUL………………………………………………………………….........……....….....1
KATA PENGANTAR……………………………………………………..........………….2
DAFTAR ISI…………………………………………………………................................ 3
BABI PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………….........……..4
1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................................5
1.3 Tujuan............................................................................................................................6
BABII PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sikap Konsumen……………………………………………………..….....7
2.2 Komponen Sikap Konsumen……………………………………………………….......8
2.2.1 Kognitif
2.2.2 Afektif
2.2.3 Kognatif
2.3 Kepercayaan Sikap Konsumen Terhadap Atribut Produk………………........…….......9
2.4 Harga Sebagai Atribut......................................................................................................10
2.4.1 Peran negatif dari pertimbangan harga
2.4.2 Peran positif dari pertimbangan harga
2.4.3 Pembentukan sikap dan kepercayaan konsumen
2.4.4 Penciptaan kepercayaan secara langsung
2.4.5 Pembentukan sikap secara langsung
2.5 Pentingnya Atribut............................................................................................................11
2.5.1 Karakteristik penerima pesanan
2.5.2 Karakteristik pesanan
2.5.3 Faktor-faktor yang memengaruhi peluang dan tanggapan penerima
2.5.4 Karakteristik produk
BABIII
3.1 PENUTUP
KATA PENGANTAR……………………………………………………..........………….2
DAFTAR ISI…………………………………………………………................................ 3
BABI PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………….........……..4
1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................................5
1.3 Tujuan............................................................................................................................6
BABII PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sikap Konsumen……………………………………………………..….....7
2.2 Komponen Sikap Konsumen……………………………………………………….......8
2.2.1 Kognitif
2.2.2 Afektif
2.2.3 Kognatif
2.3 Kepercayaan Sikap Konsumen Terhadap Atribut Produk………………........…….......9
2.4 Harga Sebagai Atribut......................................................................................................10
2.4.1 Peran negatif dari pertimbangan harga
2.4.2 Peran positif dari pertimbangan harga
2.4.3 Pembentukan sikap dan kepercayaan konsumen
2.4.4 Penciptaan kepercayaan secara langsung
2.4.5 Pembentukan sikap secara langsung
2.5 Pentingnya Atribut............................................................................................................11
2.5.1 Karakteristik penerima pesanan
2.5.2 Karakteristik pesanan
2.5.3 Faktor-faktor yang memengaruhi peluang dan tanggapan penerima
2.5.4 Karakteristik produk
BABIII
3.1 PENUTUP
Kesimpulan.............................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................13
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pemahaman akan peilaku konsumen adalah tugas penting bagi para pemasar.
Para pemasarmencoba memahami perilaku pembelian konsumen
agar mereka dapat menawarkan kepuasan yang lebih besar kepada konsumen.Tapi
bagaimanapun juga ketidakpuasan konsumen sampai tingkat tertentu masih akan
ada. Beberapa pasar masih belum menerapkan konsep pemasaran sehingga mereka tidak
berorientasi pada konsumen dan tidak memandang kepuasan konsumen hingga tujuan
utama. Lebih jauh juga karna alat menganalisis perilaku konsumen tidak
pasti,para pemasar mungkin tida mampu menetapkan akurat apa sebenarnya yang
dapat memuaskan para pembeli. Sekalipun para pemasar mengetahui factor apa saja
yang meningkatkan kepuasan konsumen. Mereka belum tentu dapat memenuhi faktor
tersebut.
Tak
diragukan lagi,konsumen tergolong asset paling berharga bagi semua bisnis.
Tanpa dukungan mereka suatu bisnis tidak akan bisa eksis. Sebaliknya jika
bisnis kita juga suskes memberikan pelayanan terbaik. Konsumen tidak hanya
membantu bisnis kita tumbuh. Strategi strategi yg diberikan oleh pemasar kepada
konsumen haruslah imbang dengan karakter setiap konsumen. Tak hayal jika
kebanyakan para pemasar memberikan pelayanan terbaik kosumen,karena setiap
strategi yang diberikan akan memberi pengaruh terhadap sikap konsumen.
melekat dalam hubungan tersbut. Dalam hal ini pemateri akan membahas tentang “SIKAP KONSUMEN “. Disini kami akan mengupas tentang sikap dan kepuasan konsume secara mendalam.
melekat dalam hubungan tersbut. Dalam hal ini pemateri akan membahas tentang “SIKAP KONSUMEN “. Disini kami akan mengupas tentang sikap dan kepuasan konsume secara mendalam.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah sikap dan kepercayaan konsumen berhubungan?
2. Bagaimana karakteristik konsumen?
3. Mengapa mengetahui sikap dan kepercayaan konsumen dibutuhkan?
1. Apakah sikap dan kepercayaan konsumen berhubungan?
2. Bagaimana karakteristik konsumen?
3. Mengapa mengetahui sikap dan kepercayaan konsumen dibutuhkan?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui hubungan sikap dan kepercayaan konsumen
2. Unutuk mengetahui pentinganya sikap dan kepercayaan konsumen
3. Unutuk mengetahui karakteristik sikap kosnumen
1. Untuk mengetahui hubungan sikap dan kepercayaan konsumen
2. Unutuk mengetahui pentinganya sikap dan kepercayaan konsumen
3. Unutuk mengetahui karakteristik sikap kosnumen
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian sikap konumen
Definisi sikap menurut Engel (2006) adalah suatu mental dan sara yang berkaitan dengan kesiapan untuk menanggapi diorganisasi melalui pengalaman dan memiliki pengaruh yang mengarahkan dan/atau dinamis terhadap perilaku.Sementara menurut Kotler (2005) sikap adalah perilaku menunjukan apa ang disukai dan tidak disukai konsumen. Selain itu, mowen dan minor (2002) menjelaskn sikap sebagai’ afeksi atau perasaan untuk atau terhadap sebuah ransanan.
Definisi sikap menurut Engel (2006) adalah suatu mental dan sara yang berkaitan dengan kesiapan untuk menanggapi diorganisasi melalui pengalaman dan memiliki pengaruh yang mengarahkan dan/atau dinamis terhadap perilaku.Sementara menurut Kotler (2005) sikap adalah perilaku menunjukan apa ang disukai dan tidak disukai konsumen. Selain itu, mowen dan minor (2002) menjelaskn sikap sebagai’ afeksi atau perasaan untuk atau terhadap sebuah ransanan.
2.2 Komponen sikap konsumen terhadap Metro 48
Komponen sikap konsumen terbagi menjadi beberapa macam :
2.2.1 Kognitif :
Berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yg berlaku atau apa yang benar bagi obyek sikap. Sekali kepercayaan itu terbentuk maka ia akan menjadi dasar seseorang mengenai apa ygdapat di harapkan obyek tertentu.
Kognitifpun mempunyai beberapa komponen tersendiri contoh halnya
Komponen sikap konsumen terbagi menjadi beberapa macam :
2.2.1 Kognitif :
Berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yg berlaku atau apa yang benar bagi obyek sikap. Sekali kepercayaan itu terbentuk maka ia akan menjadi dasar seseorang mengenai apa ygdapat di harapkan obyek tertentu.
Kognitifpun mempunyai beberapa komponen tersendiri contoh halnya
Pengetahuan : Pengetahuan seseorang mengenai penggunaan jasa diMetro 48
. Bahwa kognitif berhubungan dengan hal hal yang bersifat fakta dan juga
obyektif. Seseorang pun yang sudah mempunyai pengetahuan besar terhadap cuci
mobil ataupun poles dan perawatan mobil dia tidak akan Cuma Cuma untuk
memasukan kendaraanya di tempat yg sembarangan, Namun tidak semua menjamin
100% seluruhnya sikap seseorang menjadi
baik contoh Metro 48 telah dibuka sejak tahun 2019 di bulan Maret dan di
bandingkan dengan Opti Indo yang sudah
lama sejak tahun 2010 yang penyedia jasa dalam bidang automotive detailing yang memfokuskan diri dalam memberikan perawatan
terbaik bagi mobil. Misalnya produsen tentu tahu bahwa sikap
mereka yang dimiliki orang-orang yang mempunyai Mobil
sejak lama dengan
orang
yang barusaja memiliki kendaraan Mobil pasti akan berbeda.
Pandangan : Setiap orang mungkin memiliki kepala yang sama, rambut yang sama namun pandangan yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh komponen kognitifnya yang berakhir pada sikap yang berbeda. Pandangan bisa mempengaruhi orang yang dasarnya baik menjadi buruk begitupun sebaliknya. Pandangan bisa mempengaruhi sikap anda menjadi baik dan buruk.
Seseorang konsumen yang bernama Mantan mempunyai mobil yang sama dan body yang sama sama kotor dengan Kenangan namun mereka memiliki pandangan yg berbeda cara menggunakan jasa cuci mobil yang menurut mereka( konsumen) cocok dimana konsumen harus menggunakan jasa tersebut. Akan tetapi Mantan mempunyai masalalu yg cukup puas mengesankan dengan menggunakan jasa cuci di Metro 48,Maka Kenangan akan mengikuti Mantan yg sudah mempunyai masalalu yang indah. Dalam sisi ini Kognitif Kenangan yg akan menilai dengan menggunakan jasa cuci mobil di Metro 48
2.2.4 Afektif : Berkaitan dengan perasaaan senang sedih, ceria, gembira, dan sebagainya.
Pandangan : Setiap orang mungkin memiliki kepala yang sama, rambut yang sama namun pandangan yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh komponen kognitifnya yang berakhir pada sikap yang berbeda. Pandangan bisa mempengaruhi orang yang dasarnya baik menjadi buruk begitupun sebaliknya. Pandangan bisa mempengaruhi sikap anda menjadi baik dan buruk.
Seseorang konsumen yang bernama Mantan mempunyai mobil yang sama dan body yang sama sama kotor dengan Kenangan namun mereka memiliki pandangan yg berbeda cara menggunakan jasa cuci mobil yang menurut mereka( konsumen) cocok dimana konsumen harus menggunakan jasa tersebut. Akan tetapi Mantan mempunyai masalalu yg cukup puas mengesankan dengan menggunakan jasa cuci di Metro 48,Maka Kenangan akan mengikuti Mantan yg sudah mempunyai masalalu yang indah. Dalam sisi ini Kognitif Kenangan yg akan menilai dengan menggunakan jasa cuci mobil di Metro 48
2.2.4 Afektif : Berkaitan dengan perasaaan senang sedih, ceria, gembira, dan sebagainya.
2.2.5 Kognatif :
Berkaitan dengan tindakan, wujudnya adalah keterampilan seorang, misalnya
terampil menyetir , olahraga, memasak, dan lainya.
2.3 Kepercayaan SikapKonsumen Terhadap Atribut Produk :
Manajaer harus menyadari bahwa kepercyaan terhadap objek, atribut dan manfaat menunjukan persepsi konsumen,dan karna itu, umumnya kepercayaan seorang konsumen berbeda dengan konsumen lainya. Keprcayaan yang kita katakan mewakili asosiasi yang konsumen bentuk diantara objek atribut,dan manfaat di dasarkan atas proses pembelajaran kognitif.
2.4 Harga Sebagai Atribut
Merupakan salah satu atribut paling penting untuk di evaluasi oleh konsumen, dan manajer harus benar-benar menyadari peran tersebut dalam pembentukan sikap konsumen. Pada kondisi tertentu konsumen sangat sensitif terhadap harga sehingga harga suatu produk yang relatif lebih tinggi di bandingkan para pesaingnya dapat mengeliminasi produk dari pertimbangan konsumen.
Merupakan salah satu atribut paling penting untuk di evaluasi oleh konsumen, dan manajer harus benar-benar menyadari peran tersebut dalam pembentukan sikap konsumen. Pada kondisi tertentu konsumen sangat sensitif terhadap harga sehingga harga suatu produk yang relatif lebih tinggi di bandingkan para pesaingnya dapat mengeliminasi produk dari pertimbangan konsumen.
Terdapat
lika dimensi negatif dan dua dimensi positif dari atribut harga yaitu :
2.4.1 Peran
negatif dari pertimbangan harga
a. Sadar nilai (value conscious). Keadaan dimana konsumen memperhatikan rasio kualitas produk terhadap harga.
b. Sadar harga (price concious). Keadaan dimana konsumen lebih berfokus pada pembayaran harga yang lebih murah.
c. Penawaran kupon,keadaan dimana konsumen menanggapi tawaran pembelian yang melibatkan kupon.
d. Penawaran penjualan, keadaan dimana konsumen menanggapi penawaran pembelian yang mmelibatkan pengurangan harga sementara.
e. Pakar harga, keadaan dimana konsumen menjadi sumber informasi bagi orang lain tentang harga di pasar bisnis.
a. Sadar nilai (value conscious). Keadaan dimana konsumen memperhatikan rasio kualitas produk terhadap harga.
b. Sadar harga (price concious). Keadaan dimana konsumen lebih berfokus pada pembayaran harga yang lebih murah.
c. Penawaran kupon,keadaan dimana konsumen menanggapi tawaran pembelian yang melibatkan kupon.
d. Penawaran penjualan, keadaan dimana konsumen menanggapi penawaran pembelian yang mmelibatkan pengurangan harga sementara.
e. Pakar harga, keadaan dimana konsumen menjadi sumber informasi bagi orang lain tentang harga di pasar bisnis.
2.4.2 Peran positif dari pertimbangan harga
a.
Hubungan harga
mutu, keadaan dimana konsumen menggunakan harga sebagai indikator mutu.
b.
Sensivitas
prestise, keadaan dimana konsumen membentuk persepsi atribut harga yang
menguntungkan berdasarkan sensivitasnya persepsi orang lain dari tanda-tanda
status dengan harga yang lebih mahal.
2.4.3
Pembentukan sikap dan kepercayaan konsumen
Kepercayaan dan sikap terbentuk dengan
dua cara yang berbeda. Pada formasi langsung, kepercayaan dan sikap di ciptakan
tanpa terjadi keadaan lain sebelumnya atau sebaliknya, dimana konsumen
melakukan perilaku pembelian produk dan kemudian membentuk kepercayaan serta
sikap
Proses yang berbeda menyebabkan
formasi langsung kepercayaan, sikap, dan perilaku, dan proses tersebut
berhubungan secara langsung dengan tiga perspektif riset perilaku konsumen.
Formasi kepercayaan berhubungan dengan perspektif pengambilan keputusan. Jadi,
kepercayaan di pandang sebagai sesuatu terutama di bentuk melalui
prinsip-prinsip pembelajaran kognitif.
2.4.4
Penciptaan kepercayaan secara langsung
Formasi kepercayaan secara langsung
terjadi ketika konsumen melakukan aktivitas pemrosesan informasi. Informasi
tentang atribut dan manfaat produk di terima dan di kodekan ke dalam memori,
dan kemudian dibuka kembali dari memori untuk di gunakan.
2.4.5 Pembentukan
sikap secara langsung
Sikap di definisikan sebagai jumlah
afeksi atau perasaan untuk atau terhadap rangsangan objek, seperti orang,
produk, perusahaan, atau ide. Tiga mekanisme berikut menjelaskan bagaimana
sikap terbentuk secara langsung.
a. Proses pembelajaran perilaku dan formasi sikap, dimana sikap dapat diciptakan melalui proses pembelajaran perilaku dari pengondisian fisik klasik, pengondisian operan, dan pembelajaran observasional.
b. Eksposur-nyata dan formasi sikap, dimana dengan metode ini perasaan positif yang tercipta dengan eksposur berulang sering kali terjadi tanpa konsumen mengetahui atau merasakan secara sadar bahwa objek tersebut sudah di kenalnnya.
c. Suasana hati dan formasi sikap . suasana hati jug adapat memiliki dampak langsung terhadap formasi sikap konsumen. Di sini telah di temukan bahwa apabila konsumen pada awalnya di ekspos pada sebuah objek, suasana hati mereka pada suatu saat akan memengaruhi sikap yang mereka bentuk terhadap objek.
a. Proses pembelajaran perilaku dan formasi sikap, dimana sikap dapat diciptakan melalui proses pembelajaran perilaku dari pengondisian fisik klasik, pengondisian operan, dan pembelajaran observasional.
b. Eksposur-nyata dan formasi sikap, dimana dengan metode ini perasaan positif yang tercipta dengan eksposur berulang sering kali terjadi tanpa konsumen mengetahui atau merasakan secara sadar bahwa objek tersebut sudah di kenalnnya.
c. Suasana hati dan formasi sikap . suasana hati jug adapat memiliki dampak langsung terhadap formasi sikap konsumen. Di sini telah di temukan bahwa apabila konsumen pada awalnya di ekspos pada sebuah objek, suasana hati mereka pada suatu saat akan memengaruhi sikap yang mereka bentuk terhadap objek.
2.5
Pentingnya Atribut
Atribut sangat berbeda dalam hal
kepentinganya bagi para konsumen.
Pentingnya atribut di definisikan sebagai penilaian umum sseorang terhadap signifikan atribut atas produk atau jasa tertentu.
Pentingnya atribut di definisikan sebagai penilaian umum sseorang terhadap signifikan atribut atas produk atau jasa tertentu.
Empat unsur yang menentukan perhatian konsumen
yang diarahkan pada sebuah atribut adalah sebagai berikut :
2.5.1 karakteristik penerimaan
pesanan
Karakteristik
penerimaan pesanan yang memengaruhi perhatian adalah kebutuhan dan nilai nilai
konsumen, dan yang lainya adalah konsep diri konsumen.
2.5.2 karakeristik pesanan
Karakteristik
pesanan dapat menarik perhatian konsumen terhadap atribut, dan menyebabkan
mereka mengalokasikan kapasitas kognitif pada atribut tersebut. Karakteristik
pesanan juga dapat mempengaruhi pentingnya atribut ketika pengiklanan mencoba
menghilangkan pemsaran penggunaan sebuah produk.
2.5.3 Faktor-faktor yang memengaruhi peluang dan
tanggapan penerima
Faktor-faktor
ini yang menentukan seberapa luas sesorang
harus memproses informasi tentang sebuah atribut. Peluang tangggapan
akan meningkat apabila informasi tentang atribut di ulang, dan konsumen tidak
di kacaukan saat informasi tentang atribut di proses.
2.5.4 Karakteristik produk
Salah
satu karakteristik produk adalah kualitas yang di rasakan, dampak penambahan fitur
atau atribut baru terhadap merek yang inferior, lebih rendah atau lebih tinggi.
Hasilnya mengungkapkan bahwa atribut baru akan meningkatkan nilai yang
dirasakan dengan keberadaan yang lebih besar untuk merek yang berkualitas
rendah daripada yang berkualitas.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sikap adalah suatu mental dan saraf yang berkaitan dengan
kesiapan untuk menanggapi diorganisasi melalui pengalaman dan pengalaman dan
meiliki pengaruh yang mengarahkan dan/atau dinamis terhadap perilaku.
Sikap konsumen
merupakan tanggapan perasaan konsumen yang bisa berupa perasaan suka atau
tiidak suka terhadap mopbjek tertentu,
misalnya bagaimana sikap konsumen terhadap kinerja produk,bagaimana sikap
konsumen terhadap merk perusahaan .Ada tiga sikap konsumen ,yaitu
kognitif,afektif,konotif. Sedangkan kepuasan konsumen merupakan perasaan senang
seorang yang berasal dari perbandingan antara kesanya terhadap kinerja produk
yang riil/aktual dengan kinerja produk yang diharapkan.
Kepercayaan
konsumen adalah kekuatan pengetahuan yang dimilii oleh konsumen dan semua
kesimpulan yang di buatg konsumen bahwa produk
mempunyai objek,atribut, dan manfaat. Kepercayaan yang di punyai
konsumen terhadap merek. Korporasi, dan objek lainya dalam lingkungan konsumen
memiliki beberapa implikasi manajerial yang penting.
DAFTAR
PUSTAKA
Ariely,D.Dan
Zauberman,G.2006.” hedonic versus Informational Evaliations :
Task Dependent Preferences for
Sequences of Ouctomes”.Journal
ofBehavioral Decision Making,19,191-211.Dipublikasikan
online 21 juni
2006 di wiley
InteScience(www.interscnces.wiley.com)
Jones,Kevin
Lance.2008.Introduction to Consumer Behavior.New York City: New
York University.
Kotler,P.2005.Manajemen
Pemasaran di Indonesia. Buku 2 Diadaptasi oleh A.B. Susanto. 2001.
Jakarta:
Salemba Empat.
Sopiah dan etta
mamang.S. 2013. Perilaku Konsumen.Yogyakarta:
ANDI OFFSET
